Masihkah Kita INDONESIA???

Date: 14-12-2010
| More

Patung Bung Karno

Ketika pemerintah mulai diperdebatkan di sana-sini, ketika para "pintar" bergentayangan di media elektronik, TV, Internet, FB, Twitter atau sejenisnya; ketika Tanah Pertiwi diguncang musibah terus menerus. Sejenak pantas kita diam, merenungi diri masing-masing dan bertanya dengan hati yang jujur "Apa yang salah dengan sikap kita? Mengapa kita banyak menuntut, tanpa bertanya apa yang sudah kita berikan pada Tanah Leluhur ini?.Rasanya perlu kita mengaca pada potret para tua yang telah berkorban jiwa-raga untuk kemerdekaan dan kemakmuran Negeri Tercinta ini." Pertanyaan demikian sudah sering dilontarkan ke publik, namun mungkin perlu dicurigai "kesungguhan" dari niatnya. Sebab nyatanya kita tidak pernah memberi jawaban yang "tulus" padahal kita tidak "tuli", kita tidak "bisu" atau tidak "buta."

 

Terus pertanyaan yang begitu "hidup" tidak pernah mendapat jawaban konkrit dalam sikap dan perbuatan. Orang masih suka merusak tatanan masyarakat demi uang, demi prestise atau demi apalah. Orang masih membudayakan korupsi tanpa mengenal malu. Orang dengan mudah menghancurkan tatatnan etika, meluluh lantakkan bangunan moral yang diimpikan leluhur. Memasuki Perpustakaan "Bung Karno" di kota Blitar, Kita disambut sebuah patung proklamator, DR. Ir.Soekarno, berbahan perunggu dalam ukuran besar, digarap apik oleh pematung besar Indonesia, Sunaryo. DR.  Ir. Soekarno, sang Presiden RI I, dipatungkan tengah duduk anggun, berwibawa dengan stelan dan peci khas-nya. Tatapan matanya terkesan tajam mengiris setiap ke-"bisu"-an jaman yang terus bergeser "miring". Ketika kita diam mengenangnya, mungkin dalam hitungan menit akan terasa betapa "kecil" kita.

 

Di depan patung itulah penulis mencoba berdialog imajiner, mempermasalahkan bangsa ini yang tengah dilanda "sakit" berkepanjangan. Berapa lama kami berdialog tidak penting. Bagaimana kwalitas yang menjadi pertanyaan, rasanya juga tidak penting. Sebuah jawab yang "DITITIP" beliau menjadi kalimat tanya yang menggetarkan kalbu, 'MASIHKAH ENGKAU INDONESIA ?"

Ah... malu juga bila mesti jujur, pertanyaan itu sungguh segalanya....

 

Rasanya pantas kita mundur untuk menjadi "anak-anak" kembali, agar kita dapat "belajar" banyak dan panjang dari spirit Beliau (Soekarno) dalam mendedikasikan dirinya untuk bangsa besar ini.. Mengapresiasi photo di atas, seorang ibu muda menuntun anaknya, seolah ingin mengajarkan segala yang sudah ditanam para Pahlawannya, agar kelak si anak ketika beranjak dewasa tidak lagi "kehilangan" rasa ke-Indonesiaan, namun justru merasa "Memiliki" dalam arti sesungguhnya.

 

Jaman sudah hampir melunturkan rasa tersebut, dan hal ini benar-benar menjadikan kita "tragis", menjadi sebuah bangsa yang "kerdil", "miskin", terjajah sekaligus terjerembab. Akankah potret "kemiskinan" demikian akan terus berulang-ulang, menjerat dan membodohkan, sampai kapan? Bayang-bayang itu melekat dalam perjalanan kita yang tanpa sadar berpartisipasi membentuk anak-anak untuk jauh dari tenggang rasa, dari sifat gotong royong. Anak-anak kita "biarkan" tumbuh menjadi makhluk "individualis" yang egoistik, yang lebih banyak berinteraksi sosial dalam dunia maya, dunia yang dikendalikan oleh teknologi digital! "dunia semu" - simulaqra (Fricof Capra).  Anak-anak kita biarkan mengagumi benda "ajaib" tersebut tanpa reserve sebagai manusia Timur (masih ada?), benda-benda yang disinyalir penuh simbolika kapitalik, tajam, kokoh, beringas tak memiliki "rahsa", sementara "mengintai" keberdayaan anak-anak kita yang tumbuh dalam alam yang ramah.

 

Filosof besar dari Timur (Vietnam) mengatakan, "Manusia harus berhubungan indah dan harmonis agar tercapai kepenuhan "langit dan bumi" (To Thi Anh, 1985:6). Kalimat Anh, serasa sama persis dengan konsep budaya Jawa "Sangkan Paraning Dumadi" dan "Manunggaling Kawula Gusti" juga selaras konsep Bali "Tri Hita Karana" (harmonis dengan sesama manusia, dengan alam dan dengan Tuhan). ***

 

 

Photo/Essay by: Adrian Wenzel/ IDD

Story and Research

24-01-2011
sekaten3 Di tahun 1939 Caka (1477 M), Ra…
More ...
21-01-2011
James1 Seorang photographer sebenarnya dihadapkan …
More ...

News

23-12-2010
merapi 01 Hari minggu tangga…
More ...
11-12-2010
g.bromo Hingga hari ini, Gunung Bromo m…
More ...