
Apa parameter pembangunan sosial ekonomi di Indonesia menurut Anda? Diskursus tentang pembangunan ekonomi sosial seringkali diorientasikan kepada bagaimana menyuguhkan wacana good governance yang selaras dengan output pembangunan yang berkelanjutan. Jika demikian maka pembangunan sosial ekonomi seharusnya memberikan kemakmuran merata tanpa membedakan kelas-kelas dan struktur sosial. Alangkah ironinya saat kita menjumpai adanya hubungan yang vertikal antara pembangunan yang selama ini diwacanakan sedemikian rupa oleh rezim kita dengan kenyataan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Pekerjaan-pekerjaan kasar seperti ini adalah sedikit dari sejumlah pekerjaan yang oleh IMF dianalisis berpenghasilan tidak lebih dari 2$ AS perbulan, sebuah nilai yang sangat tidak pantas diterima mengingat kerasnya pekerjaan yang dilakukan.
Frantz Fanon seorang filsuf ahli studi poskolonialisme memiliki sebuah konsep tentang parameter-parameter yang tidak seharusnya dianut oleh negara berkembang, yaitu “Black skin white masks”. Menurutnya untuk dapat keluar dari inekualitas pembangunan sosial dan sistem humanitas dalam sebuah negara, tidak sepantasnya bangsa dari negara tersebut menganut sistem dan parameter negara maju. Memang pada dasarnya apa yang kita butuhkan dengan apa yang negara maju butuhkan sama sehingga manifestasi negara maju terhadap kehidupan sosialnya merupakan nilai ideal yang dapat ditanamkan kepada sistem sosial negara kita. Hal inilah yang dapat menciptakan sebuah “kesadaran palsu” yang dapat menjebak negara kita justru kepada kehancuran. Lantas parameter pembangunan seperti apa yang sepantasnya diterapkan di Indonesia mengingat fakta bahwa parameter pembangunan saat ini tidak akan lepas dari kepentingan sebuah rezim? Benarkah wacana good governance benar-benar tersaji dengan baik di Indonesia? Pertanyaan struktural ini akan terus menghantui kita jika sebagai bangsanya kita tidak juga mencoba untuk melepaskan diri dari pengaruh parameter pembangunan dunia barat. Benarkah pasar bebas, dan liberalisasi perdagangan merupakan salah satu manifestasi ekonomi yang “sudah siap” diberlakukan di Indonesia? Selamat berasumsi!
RajaRaja Gelap
Photo By Hendra/Contributor IDD