
Kota Banyuwangi yang sangat terkenal dengan tari gandrungnya, memperlihatkan banyak perkembangan dalam dunia budaya yang dilakukan para generasi muda, dengan berbagai bentuk visual dan gaya yang baru tanpa menghilangkan karakter osing khas Banyuwangi.
Berbagai lagu osing, baik yang baru maupun lagu lama yang di aransemen ulang, tetap mendapat tempat di kalangan masyarakat Banyuwangi maupun orang-orang luar kota yang mencintai lagu Banyuwangi. Hal ini dapat kita lihat dengan larisnya penjualan VCD dan kumandang lagu-lagu Banyuwangi di banyak tempat yang kita singgahi.
Sangat menarik apa yang dilakukan oleh para generasi muda, seperti yang dilakukan dan diawali (tokoh muda) Catur Arum, Candra Banyu, Yon DD dkk, yaitu membuat lagu-lagu baru dengan warna musik baru serta meng-arransement ulang lagu-lagu lama yang sudah pernah hit, dengan memadukan berbagai aliran musik tanpa mengubah karakter khas Banyuwangi (osing) dan tetap diterima oleh masyarakat Banyuwangi. Dan terdapat sebuah kebersamaan dan penghargaan yang cukup berhasil pada hasil karya mereka, karena hampir seluruh VCD lagu-lagu Banyuwangi yang beredar adalah VCD asli.
Beberapa kali pentas musik pop artis nasional, harus menuai kecewa (malah hingga ada yang di lempari lumpur) karena rasa kedaerahan mereka yang terlampau solid hingga secara agak ekstrim menolak warna musik yang bukan berakar dari akar mereka. Namun jika ada pentas musik lagu-lagu Banyuwangi, mereka akan dengan antusias menyambut dan menikmati dengan rasa bangga dan suka ria.
Mungkin ini adalah sebuah cermin bagi budaya lain yang ada nilai baik dan kurang baiknya, agar dapat terus bertahan dalam perubahan budaya dalam gerusan jaman!!! Kreativitas, kebersamaan, kesadaran akar akar budaya, rasa kedaerahan dan kesadaran akan perubahan jaman, sangat dibutuhkan untuk mengemas ulang budaya daerah agar dapat tampil menarik, diterima dan tetap berkarakter, tak tercerabut dari akarnya…..!!!
Salam,
Photo & Essay by: DvD/IDD