
Kepercayaan pada kepastian pengetahuan ilmiah berasal dari dasar filsafat ala Descartes dan dasar pandangan dunianya yang diambil dari filsafat itu, dan disinilah sebenarnya Descartes membuat kesalahan. Fisika abad kedua puluh telah menunjukkan dengan begitu kuat bahwa tidak ada kebenaran mutlak dalam ilmu, bahwa semua konsep dan teori kita bersifat terbatas dan hanya berupa perkiraan. Kepercayaan ala Descartes pada kebenaran ilmiah masih tersebar luas pada saat ini dan tercermin dalam “scientism” yang telah menjadi kebudayaan Barat. Banyak orang dalam masyarakat kita, baik ilmuwan maupun orang awam, merasa yakin bahwa metode ilmiah merupakan satu-satunya cara yang sahih dalam memahami alam semesta. Metode pemikiran Descartes dan pandangannya tentang alam telah mempengaruhi semua cabang ilmu modern dan mungkin masih sangat berguna pada saat ini. Namun demikian, metode dan pandangan itu akan bermanfaat hanya jika keterbatasan-keterbatasannya diketahui. Penerimaan pandangan Cartesian sebagai kebenaran mutlak dan metode Cartesian sebagai satu-satunya cara yang sahih bagi pengetahuan telah memainkan peran yang sangat penting dalam menghasilkan ketidakseimbangan budaya kita pada saat ini.
(Fritjof Capra, The Turning Point: 49)
Photo by DvD/IDD