
Tradisi ziarah para pendahulu/leluhur menjelang hari raya idul fitri masih dilakukan dibanyak daerah terutama di pulau jawa di sepanjang pesisir timur maupun utara. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur atau sanak saudara yang telah mendahului. Mengirim doa dan tabur bunga agar mereka yang telah mendahului senantiasa mendapatkan ketenangan di alam yang mereka tempati saat ini.
Yang menarik adalah, bagi mereka yang telah lama pergi merantau yang kemudian pulang ke kampung halaman hanya untuk berziarah ke makan leluhurnya meski di kampung halamannya tidak ada lagi sanak saudara. Banyak nisan yang sudah hilang atau mereka lupa letak persis para leluhurnya dimakamkan, sehingga mereka berziarah dan menabur wangi bunga disekitar komplek makam. Mereka bilang; “Sing penting dongane..!” (yang penting adalah doanya, bukan harus tahu persis dimana leluhurnya dimakamkan).
Tradisi ini membawa nilai-nilai agar kita selalu ingat dan menghargai leluhur yang baik secara langsung maupun tidak langsung turut berperan dengan apa yang ada dan kita miliki saat ini, agar kita tidak lupa budi pada siapa saja, agar kita tak lupa asal-usul dan juga agar kita ingat bahwa suatu waktu yang pasti kita akan segera berkumpul bersama mereka.
Salam,
DvD/IDD