
Pada setiap acara atau ritual dalam budaya Jawa (mungkin juga ada pada budaya di daerah lain), selalu mengikutkan sesaji sebagai bentuk persembahan dan perantara atas do'a dan hajat yang sedang dilakukan. Ini merupakan sebuah tradisi yang erat kaitannya dengan kedalaman kehidupan religi mereka. Hal ini menunjukkan jalinan hubungan yang harmonis antara mereka dengan leluhur yang telah mendahului dan hubungan mereka dengan Tuhan Pencipta Alam.
Namun, generasi baru rasanya sudah mulai meninggalkan tata cara dan ritual ini. Secara psikologis, dampak dari ditinggalkannya adat budaya ini (mungkin) adalah makin banyaknya generasi yang kurang beretika, dalam kehidupan sosialnya maupun dalam hubungannya dengan leluhur serta Tuhan Penguasa Alam Raya. Lagi-lagi kami tak ingin menyalahkan siapa-siapa dengan masalah ini, namun beberapa pertanyaan yang ingin kami utarakan adalah: tidakkah kita ingin anak cucu kita masih menghargai budayanya, tradisinya, asal-usulnya??? Tidakkah kita menginginkan generasi yang punya unggah-ungguh, beretika dalam kehidupan sosialnya??? Bukankah bangsa ini sekarang mengalami krisis moral dan etika??? Kenapa kita tidak menggali kembali, mempelajari budaya leluhur yang penuh pesan moral dan etika untuk bersama membangun negeri ini???
DvD/IDD
Photo by PW/IDD