Indonesia Discovery
  • Home
  • About IDD
    • Tentang Kami
    • Visi Misi Kami
    • Susunan Pengurus
    • Ketentuan IDD
  • Agenda Kegiatan
  • News
  • Story and Research
  • Contact
Culture » Luweng

Luweng

Luweng

Share

Share to Facebook
More...

Luweng

20-02-2011

Luweng dalam bahasa jawa atau orang sering lebih mengenalnya dengan tungku, merupakan tempat untuk memasak bagi masyarakat tradisional dengan kayu sebagai bahan bakar (sebagian masyarakat di desa-desa masih menggunakan ini).


Ada beberapa hal yang menarik dari luweng ini yang merupakan sebuah hal pokok dalam sebuah dapur, dalam sebuah rumah. Di beberapa suku (terutama yang berada di lereng gunung dan berudara dingin) , salah satunya adalah suku tengger yang berada di seputar lereng Gunung Bromo dan juga Gunung Semeru (wilayah Ngadisari dan Ranu Pane). Luweng merupakan tempat yang sakral dan merupakan tempat penghormatan bagi para tamu. Di dapur, di depan luweng inilah mereka menjamu tamunya, melakukan diskusi tentang urusan kerja (tani, musim, bibit, air, pupuk dll), tempat berbagi dengan keluarga dan banyak kegiatan lain yang dilakukan sambil menyantap makanan yang disuguhkan ketika masih hangat. Kehangatan dari udara dingin bukan hanya berasal dari luweng (tungku) yang ada di dapur ini, tetapi juga terpancar dari hati dan kesan mereka pada siapa saja. Ada sebuah filosofi sederhana yang mereka pegang; "becik kene, becik kana," yang artinya bahwa jika disini mereka berbuat baik maka dimanapun juga mereka yakin akan mendapatkan kebaikan juga.


Bagi suku masyarakat yang lain (terutama Jawa), ada sebuah keyakinan bahwa luweng ini adalah sebuah tempat sakral yang dijaga oleh dua makhluk yang tak kentara yang diberi nama "Kaki Thowok dan Nini Thowok," yang mereka yakini turut menjaga keseimbangan kehidupan di rumah tersebut.


Luweng, tungku atau tempat masak mungkin merupakan sebuah hal yang biasa bagi kita di kota, namun bagi mereka (masyarakat tradisional diatas) telah memberi makna dan arti yang mendalam. Mereka demikian menyadari bahwa luweng (tempat mereka memasak makanan yang mereka makan) merupakan salah satu bagian yang memiliki peran penting dalam keseimbangan kehidupan mereka.


Semoga bisa menjadi sebuah refleksi untuk memaknai dan mengerti begitu banyak hal penting disekitar kita.

Salam,


DvD/IDD

Photo by PW/IDD



Add Comment ›
Name 
e-Mail 
Comment 
Verification Code   *Masukkan kode diatas.

Photo Category

  • Social
  • People
  • Life Style
  • Landscape
  • History
  • Culture
  • Art
  • Architecture
Photo Comments »

Story and Research

Story: Sekaten ›
Wacana: Membaca Selintas James Nachtwey ›
Story: Candi Gunung Gangsir ›
Menelusuri Jejak-jejak Petilasan di Pegunungan Arjuna ›
Kajian Kearifan Lokal: "Kembang Galengan" ›
More Story and Research ›

News

Evakuasi Terakhir Korban Merapi ›
Kondisi Gunung BROMO 11 Desember 2010. ›
FESTIVAL REOG NASIONAL XVII ›
Festival Sengigi Tahun 2010 ›
Pengumuman: Perubahan Jadwal Pagelaran Seblang ›
More News ›
Copyright © 2010
Indonesia Discovery
Jl. Raya Darmo Permai Selatan No. 11 Suite 210
Surabaya 60226
Fax. 031 - 7321382
e-Mail : info@indonesiadiscovery.net